Berita STTJ

Ada yang tidak biasa pada hari ini, Sabtu (6/6/2015) di STT Jakarta. Terlihat keramaian yang ternyata merupakan orangtua dan keluarga dari mahasiswa STT Jakarta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menghadiri acara wisuda tahun 2015 yang diselenggarakan di Aula STT Jakarta.

MoU antara STT Jakarta dan STT INTIM, Makassar menyangkut arsip sejarah Institut Sejarah Gereja Indonesia Timur (ISGIT) telah ditandatangani pada hari Rabu, 24 Juni 2015, pukul 13.00 WIB. Proses pemindahan koleksi akan dilakukan setelah itu. Daftar koleksi yang termuat dalam skripsi mahasiswa STT INTIM yang dibimbing pak Holtrop, akan dipublikasikan untuk dapat dilihat oleh para peminat yang akan mempelajari koleksi ini, kemungkinan pada bulan Juli atau awal Agustus 2015.

o Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu persyaratan penting dalam studi teologi.
o Mahasiswa teologi STT Jakarta menggunakan literatur maupun berinteraksi dengan para narasumber dalam bahasa Inggris untuk memperlengkapi dan mengembangkan diri selama menjalani proses studinya.
o Tanpa penguasaan bahasa Inggris yang memadai mahasiswa akan menghadapi kesulitan baik selama studi, maupun dalam pengembangan diri selanjutnya setelah menyelesaikan studi di STT Jakarta.

Liputan 27, Jakarta - Hari ini, Kamis (30/5) merupakan hari yang penting bagi segenap civitas STT Jakarta, terutama bagi mahasiswa. Pukul 15.30 WIB seluruh mahasiswa dan sivitas berkumpul di aula lantai 1 STT Jakarta untuk melakukan perayaan Paska serta pengutusan bagi mahasiswa yang hendak melakukan PL, CP 1, dan CP 2.

Sempat unggul tiga gol, namun langkah harus terhenti di pertandingan pertama

Liputan27, Jakarta - Mahasiswa-mahasiswi STT Jakarta bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT Jakarta ikut serta dalam tapping Kick Andy di studio Metro TV. Kali ini tema yang diangkat dalam acara yang dibawakan oleh Andy F. Noya ini ialah Guru Cacat Pemberi Semangat. Narasumber yang dihadirkan ada tiga orang, dan ketiganya memiliki disabilitas. Namun, meski mereka memiliki keterbatasan fisik, namun karyanya sebagai seorang guru dapat dibilang cukup berhasil. Mereka mengampu beberapa mata pelajaran sekaligus dan disenangi oleh para murid mereka.

Liputan27, Jakarta - STT Jakarta menyelengarakan pelatihan transformasi konflik pada tanggal 23-26 Maret 2015. Fasilitator kegiatan ini adalah Tim PPMR yang terdiri dari Dr. Kadarmanto Hardjowasito, Dr. Septemmy Lakawa, Dr. Mulyadi, Pdt. Didik Christian Adi Cahyono, Dwight Burton, Sabar Subekti. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh civitas STT Jakarta saja melainkan diikuti juga oleh para pendeta jemaat bersama warga jemaat. Peserta diharapkan kelak bisa mengolah konflik menjadi sesuatu yang transformatif.

Hari Rabu, 26 Maret 2015, STT Jakarta kembali kedatangan tamu dari salah satu anggota komite eksekutif World Communion of Reformed Churches. Dr. Peter Borgdorff selama kurang lebih satu jam berbincang dengan beberapa orang perwakilan dari STT Jakarta mengenai hubungan yang terjalin selama ini. Perbincangan singkat ini dihadiri oleh Ketua STT Jakarta, Pdt. Joas Adiprasetya; Dekan Akademik: Pdt. Yusak Soleiman; rekan dosen, yakni Rev. Rebecca Young; mahasiswi pasca sarjana, Aiko Wididana Sumichan; dan staf humas, Toar Hutagalung.

Pada hari Rabu, 18 Maret 2015 yang lalu, STT Jakarta kedatangan seorang jurnalis dari majalah Reformed Daily di Belanda. Dr. Klaas van der Zwaag datang untuk mengunjungi STT Jakarta sekaligus berbincang seputar gambaran hubungan gereja dan masyarakat di Indonesia. Salah satu topik yang diangkat dalam pembicaraan itu adalah mengenai ketegangan radikalisme agama yang kerap meninggalkan trauma bagi seluruh bangsa. Dr. Zwaag ditemani oleh rekannya, Nick, yang juga menyimak perbincangan tersebut.

Liputan27, Jakarta - Konsep Hak Asasi Manusia yang diklaim oleh manusia modern sebagai hasil buah pemikiran dan perjuangan mereka, menurut Prof. Dr. Theol. Reinhard Achenbach sebenarnya telah berakar dan bermula dari jaman Perjanjian Lama. “Konsep Hak Asasi Manusia telah menjadi perhatian bangsa-bangsa Timur Tengah kuno. Tampak dalam Perjanjian Lama dalam masalah perlindungan bagi orang yang tidak mampu atau personae miserabiles (orang asing, janda, yatim, orang miskin)dan perlindungan warga sipil ketika terjadi perang,” demikian papar Prof.

Pages