Berita STTJ

Liputan27, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-81 STT Jakarta, diselenggarakan beberapa rangkaian kegiatan salah satunya ialah STTJ Got talent. Mahasiswa STT Jakarta tahun ini cukup antusias mengikuti kegiatan ini. Hal itu dapat dilihat dari peserta yang berjumlah enam peserta terdiri dari tingkat pertama hingga tingkat akhir. Selain itu, yang menghadiri kegiatan ini cukup banyak juga. Banyak talent yang ditampilkan di STTJ Got Talent. Tidak hanya bernyanyi ada juga yang stand up comedy.

Dies Natalis STT Jakarta ke-81, tanggal 26 September 2015, menjadi tempat pemberian "Müller Krüger-Award" kepada Dr. Septemmy Lakawa, dosen STT Jakarta yang tengah menjadi researcher di Harvard Divinity School, Amerika Serikat. Disertasi Dr. Lakawa "Risky Hospitality: Mission in the Aftermath of Religious Communal Violence in Indonesia" dinyatakan memenangkan award pada 5 Mei 2015 dan diberikan secara simbolis kepada Agustin Lakawa, sang kakak dari Dr. Lakawa untuk menerima hadiah.

WHAT DO WE WANT?

When you were young people told you that you could become whatever you wanted to be; that life is about choices. That might be true. But the older you are, the more you learn that, yes, choices are always there, but most of the time you are conditioned to choose what is needed, instead of what you want. In my view, accepting the responsibility of becoming the principal of Jakarta Theological School (Sekolah Tinggi Teologi Jakarta) is a matter of what I need to do.

Sambutan Pelantikan Ketua STT Jakarta 2015-2019

Disampaikan dalam Dies Natalis ke-81

Ketika kanak-kanak orang mengatakan kepada kita bahwa kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan. Mungkin ada benarnya. Namun semakin kita dewasa, kita melihat bahwa sekalipun pilihan-pilihan yang kita inginkan tetap ada, namun seringkali kita harus memilih apa yang diperlukan. Saya memahami tanggungjawab sebagai Ketua STT Jakarta adalah hal yang perlu saya lakukan.

SAMBUTAN KETUA PERIODE 2011-2015

Dies Natalis ke-81 STT Jakarta

Selamat pagi, sahabat sekalian.

STT Jakarta telah mengadakan pergantian tim pemimpin dari periode 2011-2015 ke tim pemimpin periode 2015-2019 dengan Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D. sebagai Ketua STT Jakarta yang baru. Pergantian ini dilakukan dalam acara Dies Natalis ke-81 STT Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2015. Dalam acara tersebut, Yayasan LPTTI menyerahkan SK penugasan dan penyerahan atribut pemimpin kepada tim yang baru.

Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT Jakarta) adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi di bidang teologi yang bertugas untuk mendalami isu-isu teologis dari perspektif iman Kristen. Terkait dengan isu LGBT (Lebian, Gay, Bisexual, and Transgender), STT Jakarta meresponsnya sebagai sebuah lembaga pendidikan teologi. Artinya, kami berusaha dengan kaidah keilmuan yang kami emban untuk mempercakapkannya secara sehat dan bertanggung jawab sebagai sebuah diskursus teologis.

Unit Peribadahan dan Spiritualitas STT Jakarta mempersiapkan rangkaian Ibadah Doa dan Nyanyian Taize pada:
Rabu, 9 September 2015, pkl. 17.30
Rabu, 14 Oktober 2015, pkl. 17.30
Rabu, 11 November 2015, pkl. 17.30

Semuanya akan dilaksanakan di aula lantai dasar, STT Jakarta, Jl. Proklamasi No. 27, Jakarta 10320. Semua diundang untuk ikut dan beribadah bersama.

Program studi Sarjana Sains Teologi (S1) STT Jakarta (Jakarta Theological Seminary) kembali menerima akreditasi A untuk lima tahun mendatang (2020), tanpa menerima kunjungan tim asesor. Tim penilai merasa bahwa dokumen yang dikirimkan STT Jakarta sudah cukup menunjukkan bahwa akreditasi A layak diberikan kembali kepada STT Jakarta. Dengan demikian, ketiga program studi STT Jakarta, sarjana, magister, dan doktoral tetap memiliki akreditasi A pada BAN-PT.

Liputan27, Oksibil - Tim Pusat Pembelajaran untuk Mediasi dan Rekonsiliasi (PPMR) STT Jakarta yang terdiri dari Sabar Subekti, Mulyadi, Didik C.A. Cahyono, dan Kadarmanto Hardjowasito berangkat menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada tanggal 31 Agustus sampai dengan 4 September 2015. Oksibil (k/l 1500m dpl) merupakan ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, terletak di dekat perbatasan dengan Papua New Guinea, sekitar 50 menit penerbangan dari Bandara Sentani dengan pesawat ATR-42.

Pages