Yayasan LPPTI

  1. Yayasan sebagai Badan Penyelenggara STT Jakarta bernama Lembaga Yayasan Perguruan Tinggi Teologi di Indonesia, yang semula bernama Het Genootschap voor Hooger Theologisch Onderwijs in Nederlandsch-Indië, dan pada tahun 1956 diubah menjadi Yayasan Lembaga Perguruan Tinggi Theologia di Indonesia dengan Akta Notaris E. Pondaag No.36 tanggal 10 Oktober 1956.
  2. Dewan Pengurus Yayasan terdiri atas wakil-wakil dari gereja-gereja di Indonesia, dengan jumlah personalia, komposisi dan tata kerja sebagaimana diatur di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan.
  3. Yayasan bertugas menyelenggarakan STT Jakarta sebagai tempat pembinaan dan pengembangan ilmu teologi dan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni yang berhubungan dengan teologi.
  4. Yayasan mempunyai fungsi:
    1. Menetapkan kebijaksanaan lembaga dan statuta STT Jakarta.
    2. Menetapkan pendirian dan pengembangan program pendidikan sesudah mendapat persetujuan Menteri Pendidikan Nasional, dalam hal ini Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
    3. Memilih dan menetapkan Ketua STT Jakarta atas usulan Senat dan berdasarkan ketentuan lain yang berlaku.
    4. Menerima dan mengesahkan usulan Ketua yang menyangkut perencanaan tahunan, anggaran belanja, tenaga dan sarana.
    5. Menetapkan struktur organisasi STT Jakarta dan personalianya atas usul Pemimpin STT Jakarta dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
    6. Menerima dan mengesahkan pertanggungjawaban Ketua STT Jakarta.
    7. Menyediakan dana penyelenggaraan STT Jakarta.
    8. Memberi dan menerima bantuan ke/dari pihak luar.
    9. Menetapkan dan mengangkat tenaga dosen biasa, tenaga administrasi tetap, serta tenaga-tenaga lain yang diperlukan atas usul Ketua STT Jakarta.
    10. Menetapkan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengadaan sarana, prasarana kampus dengan memperhatikan usul/saran dari Ketua STT Jakarta.
    11. Menetapkan peraturan keuangan gaji tetap dengan memperhatikan pendapat Ketua STT Jakarta.
  5. Pemimpin dan Anggota Dewan Pengurus Yayasan tidak dibenarkan menjadi Pemimpin STT Jakarta.
  6. Ketua Umum dan Anggota Dewan Pengurus Yayasan menjabat keanggotaan untuk jangka waktu 4 (empat) tahun dan dapat diperpanjang satu periode saja.