hati

Liputan 27 - “Target yang hendak dicapai dari Masa Prapaskah adalah perubahan hati,” tegas Romo Tomas Tjaya, SJ saat memimpin ibadah Rabu Abu di STT Jakarta, Rabu silam (18/02). Menurut dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini, masa Prapaskah seharusnya bukan hanya diisi dengan aksi berpantang yang terlihat di luar, tetapi harus diikuti dengan pertobatan dari dalam atau pertobatan hati. Jika hal ini sudah diupayakan, tentu pertobatan dan perubahan hati ini akan tampak di luar.